Saturday, August 30, 2008

Mencari Wira

Ini adalah antara sajak yang paling aku gemari, hebat sekali penulisnya menitipkan bait-bait indah, dipetik dari AKSARA MERDEKA

MENCARI WIRA

Berkurun kita berburu mencari makna kata
Berkurun kita keliru mengenal makna wira:
Jebat dan Tuah, siapa patut dipuja?

Lemas kita dilanda curiga
antara setia dengan pembela.
Selamanya wira dinilai oleh masa
selaman wira dicanai kuasa
selamanya wira dinobat oleh harta.
Akhirnya wira entah dimana
didepan kita pengkhianat bangsa.

Bangunlah dari lena khayali
kita kembalikan kata pada lidah
kita pulangakan pandang pada akal
ita keringkan rajuk pada tindak.

Akal tak pernah mengalah kalau diajak bertelagah
tapi selamanya kita mematikan akal
kerana akal membijaksanakan manusia
dan si bijak tidak perlu hidup
seperti wajarnya budak ditikam
atas kebijaksanaan yang mengancam.
(ah ! sejarah todak kerap sangat berulang)

Marilah kita didihkan akal
mentafsir kata dengan sempurna
- ada waktunya berontak itu keji
- ada waktunya berontak itu suci
- ada waktunya berontak itu cemar
- ada waktunya berontak itu samara
berubah musim beralih sikap
bertukar pimpin bersalin harap
tapi pejuang tidak pernah terpuja
tika darahnya mengucur seksa matanya dicungkil buta
tanganya diikat waja kakinya dirantai sula
dan kita mengulang keanehan
berebut menabur bunga dan pandan
didada mereka setelah kematian

Sesal hanya datang sekali
tapi seksanya sepanjang hayat
lukanya berparut berabad-abad

Karya:Mohamad Saleeh Rahamad
AKSARA MERDEKA

1 comment: